Senin, 14 November 2016

Peringatan HUT SMA Negeri 2 Magelang


Pada hari Minggu, 16 Oktober 2016 di SMA Negeri 2 Magelang daidakan jalan santai dan lomba menghias tumpeng dalam rangka memperingati HUT SMA Negeri 2 Magelang yang ke-37 tahun. Acara ini diselenggarakan oleh pengurus OSIS dan diawasi oleh MPO.
            Hari Minggu seluruh warga SMA Negeri 2 Magelang diwajibkan hadir pada acara tersebut pada pukul 06.30 WIB. Banyak stand-stand makanan dan minuman di SMA Negeri 2 Magelang. Pembukaan acara tersebut dimulai dengan adanya jalan santai. Jalan santai dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan rute yang sudah ditentukan oleh pengurus OSIS. Setelah peserta jalan santai tiba di SMA Negeri 2 Magelang terdapat hiburan musik dari band-band yang beranggotakan siswa siswi SMA Negeri 2 Magelang. Hiburan musik juga diselengi dengan pembagian doorprize. Para peserta terlihat antusias dalam mencocokan nomor kupon ketika MC membacakan nomor kupon yang beruntung.
            Sambil berjalannya pembagian doorprize, pada pukul 08.00 WIB lomba menghias tumpeng dimulai. Lomba menghias tumpeng diadakan di kelas 11 IPA 1 sampai 11 IPA 3. Peserta lomba menghias tumpeng adalah perwakilan siswa setiap kelas yang terdiri dari 2 siswa putrid an 1 siswa putra. Bahan utama yang digunakan dalam menghias tumpeng adalah wortel dan timun. Para peserta diberi waktu 1 jam untuk menyelesaikan menghias tumpeng. Para siswa sangat antusias dalam penghiasan tumpeng. Setiap ruangan lomba dijaga oleh panitia OSIS dan 2 orang juri.

            Ketika diwawancarai, Reza selaku ketua panitia mengatakan “Acara jalan santai dan lomba menghias tumpeng berjalan dengan lancer dan meriah. Tetapi masih ada acara yang bakalan lebih seru lagi yaitu Maganza Festival dan pensi. Jangan lupa datang ya!”.

Kamis, 03 November 2016

Biografi Ibu
*ibu menggunakan jaket pink

            Ibu merupakan sosok yang sangat saya banggakan dan saya hormati. Pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan biografi singkat mengenai ibu saya. Ibunda saya bernama Yati Rochayati. Ibu lahir di Magelang, 18 Juni 1975. Ibu lahir dari keturunan Sunda, ayah beliau bernama Soewarso yang berasal dari Ciamis, sedangkan ibu beliau bernama Qoyimah yang berasal dari Randu Dongkal. Ibu merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara. Ibu memiliki dua kakak laki-laki, tiga adik laki-laki dan satu adik perempuan.
            Semasa kecil ibu dibesarkan di Magelang. Setelah ayahnya membuka usaha di Magelang, ibu dan keluarganya mulai menetap di Magelang. Akan tetapi mereka sering sekali berkunjung ke Ciamis. Ibu mengawali pendidikannya di TK Pertiwi 1, letaknya tidak jauh dari rumah. Nenekku mengatakan bahwa sejak kecil ibu adalah sosok yang pemberani.
            Setelah lulus dari TK Pertiwi 1, ibu melanjutkan pendidikan di SD Negeri Rejowinangun Selatan 1. Letaknya juga tidak jauh dari rumah. Nenekku mengatakan setelah ibu duduk di bangku kelas 1 ibu rajin sekali belajar, sehingga ibu menjadi juara kelas. Hal tersebut berlanjut sampai kelas 6 SD.
            Setelah 6 tahun mengemban pendidikan di SD, ibu melanjutkan pendidikannya di MTs Negeri Magelang. Ketika itu ibu sering mengikuti perlombaan cerdas cermat antar sekolah. Pada masa ini juga ibu mulai menemukan hobi barunya, yaitu memasak. Pada saat itu ibu sering membantu nenek memasak untuk karyawan. Rasa penasaran ibu dengan berbagai resep masakan mulai bermunculan, lalu ibu membeli buku resep dan mempraktikannya sepulang sekolah. Ibu mencoba berbagai resep masakan selama berhari-hari dan selalu berhasil. Ibu memang orang yang tekun.
            Lulus dari MTs Negeri beliau melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 5 Magelang. Di bangku SMA prestasinya semakin meningkat. Ibu semakin giat belajar. Akan tetapi setelah lulus dari SMA ibu memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Magelang saja. Saat itu banyak yang dipertimbangkan oleh ibu, ibu memiliki enam saudara yang juga pendidikannya masih dibiayai oleh kakek.
            Kendala tersebut tidak mematahkan semangat ibu. Ibu melanjutkan kuliah di Universitas Tidar Magelang fakultas ekonomi. Di sanalah ibu bertemu ayahku. Ayahku bernama Yuswinto. Setelah lulus dan bekerja mereka menikah pada tahun 1998. Mereka menetap di Tidar Krajan. Saat itu ibu hanya menjadi ibu rumah tangga dan melahirkanku pada 24 Desember 1998.
            Pada tahun 2005 ibu memutuskan untuk pindah ke Palembang agar berdekatan dengan ayah yang selalu ditugaskan di Pulau Sumatra. Saya dan ibu tinggal berdua selama ayah dinas. Saat itu ibu mulai berkarya untuk mencoba resep-resep baru. Banyak pesanan yang diterima ibu saat itu.
            Pada tahun 2011 ibu melahirkan seorang anak perempuan lagi, adikku diberi nama Tara Janeeta Ardi Ningrum.
            Pada tahun 2013 kondisi keluarga sangat kacau karena ayah ditipu oleh rekan bisnisnya. Saat itu ibu masih setia mendampingi ayah di Palembang. Setelah kelulusanku ayah mengirimku untuk bersekolah di Magelang. Tidak lama setelah itu ayah, ibu dan adik menyusulku dan menetap di Magelang. Hingga saat ini kami menetap di Magelang.
            Ibuku merupakan sosok yang sangat aku kagumi. Selain karena ketekunannya dan kerajinannya, ibu juga merupakan sosok wanita yang sangat tegar dan ikhlas. Hal tersebut terlihat ketika ayahku sangat terpuruk ibu berusaha untuk selalu ikhlas dan tenang di hadapan anak-anaknya. Ibu selalu mengatakan padaku “Kak, kejarlah ilmu setinggi mungkin. Banggakan ayah dan ibu.”, hal itu yang menjadi semangat belajarku saat ini.